PASURUAN – Kegiatan Brascho Nyantrik edisi ke-8 SMA Brawijaya Smart School digelar di dusun Pronojiwo, Desa Blarang Kecamatan Tutur Pasuruan.

Sebanyak 403 siswa dari kelas X dan XI serta 45 guru pendamping menginap di tempat tersebut selama 4 hari sejak tanggal 10-13 Oktober 2023.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diikuti oleh siswa kelas X dan XI.

Kepala SMA Brawijaya Smart School Malang, Nandung Intirtama, Dip.Ed, M.Pd menjelaskan, Brascho Nyantrik adalah sebuah kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan sikap gotong royong dan jiwa sosial pada siswa, meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu juga untuk mempererat rasa persaudaraan terhadap sesama, serta belajar berkehidupan di masyarakat di segala situasi sebagai bentuk penguatan Profil Pelajar Pancasila yang merupakan agenda dari kementerian pendidikan riset dan teknologi.

“Kegiatan ini selaras dengan visi SMA Brawijaya Smart School Malang untuk menumbuhkan siswa SMART (Spiritual, Motivated, Active, Respectful, Technological),” terangnya dalam keterangan tertulis kepada redaksi Radar Malang.

Seluruh siswa kelas X dan XI tiba di lokasi sekitar pukul 09.30.

Kegiatan awal yang dilaksanakan adalah penyerahan pembimbingan kegiatan dari Kepala SMA Brawijaya Smart School Malang kepada Kepala Desa Blarang, Darwanto.

“Semoga seluruh siswa yang mengikuti kegiatan dapat memperoleh pengalaman yang berharga tentang cara belajar berkehidupan bermasyarakat. Masyarakat di Dusun Pronojiwo ini mayoritas adalah petani dan peternak susu,” terangnya.

Selama 4 hari kegiatan Brascho Nyantrik, siswa dan guru menginap di rumah warga atau rumah inang.

Kurang lebih 100 rumah inang digunakan pada kegiatan ini.

Siswa yang bertempat tinggal di rumah inang akan melaksanakan nyantrik atau belajar kepada orang tua inangnya sesuai dengan mata pencarian orang tua inangnya.

“Jika orang tua inang bekerja sebagai petani, maka siswa akan mengikuti orang tua inang ke ladang atau sawah untuk bertani. Jika orang tua inang bekerja sebagai peternak maka siswa akan belajar beternak kepada orang tua inangnya. Siswa membantu inang dalam merawat sapi, mencari rumput, meemrah sapi atau lainnya”, jelas Ketua Pelaksana Kegiatan, Misrandi Wijaya, S.Or.

Serangkaian kegiatan siswa yaitu Selasa (10/10) malam, siswa bersama warga mengikuti perayaan Maulid Nabi SAW dan pengajian di masjid Arju Jannah dengan penceramah KRA. M. Nurrois Dwijo Sasongko Hadinagoro, M.Pd, M.AP.

Agenda hari Rabu (11/10) siswa mengikuti kegiatan atau belajar bersama inang di pagi hari dan dolanan bareng warga Pronojiwo di sore harinya yang dipandu oleh OSIS/MPK.

Dolanan bareng dilaksanakan di dua tempat, yaitu di halaman Madrasah Diniyah (Madin) dan lapangan dusun.

Di halaman Madin dilaksanakan kegiatan permainan bersama anak-anak dusun Pronojiwo seperti estafet air, estafet karet gelang dan lainnya.

Sementara di lapangan dusun dilaksanakan permainan sepak bola dan tarik tambang antara warga dusun dan siswa SMA BSS.

Hari Kamis (12/10) pagi sampai siang, siswa kembali belajar bersama inang dan sebagian siswa melaksanakan tracking.

Tujuan tracking adalah puncak Suwati dan puncak Tanggung.

Dari kedua puncak tersebut dapat dilihat indahnya alam sekitar dusun Pronojiwo.

Megahnya gunung Semeru dan gunung Bromo terlihat dengan jelas, begitu juga dengan pemandangan ke arah kabupaten Malang.

Pada malam harinya, pukul 18.30-21,00 terdapat kegiatan malam keakraban.

Kegiatan ini diisi dengan penampilan tari-tarian tradisional, teater, musik akustik yang berkolaborasi antara siswa SMA BSS dan warga dusun Pronojiwo.

Di sela-sela penampilan, juga diserahkan beberapa bantuan dari sekolah kepada dusun Pronojiwo yang diwakili oleh kepala dusun, Mohammad Toha.

Di akhir acara, juga dilaksanakan serah-terima kembali peserta Nyantrik dari kepala dusun Pronojiwo ke kepala SMA Brawijaya Smart School Malang.

Peserta Nyantrik kembali ke Malang pada hari Jum’at (13/10) pagi hari yang disertai dengan pelepasan haru dari warga dusun Pronojiwo.

Tinggalkan Balasan